Erric Permana
19 Juli 2019•Update: 20 Juli 2019
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menggelar rapat evaluasi membahas kondisi keamanan dalam negeri jelang berakhirnya pemerintahan Presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla.
Sejumlah menteri dan kepala/lembaga hadir dalam rapat tersebut di antaranya Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius.
Wiranto mengatakan dalam masa pemerintahan Jokowi - JK berbagai ancaman yang dapat mengganggu stabiltas keamanan di dalam negeri dapat ditangani dengan baik.
"Paling tidak kita bisa sampaikan bahwa peristiwa yang dikenal 411, 212, atau terorisme, pilkada serentak, pemilu serentak, dan kasus 21-22 Mei, ini sebenarnya suatu bagian dari ancaman, gangguan," ujar Wiranto di kantornya pada Jumat.
Wiranto pun berterima kasih kepada aparat intelijen yang berhasil memberikan informasi akurat mengenai ancaman di dalam negeri itu dan juga polisi dan TNI yang berhasil menjaga dan mengatasi keamanan di dalam negeri.
"Juga tidak lepas dari dukungan teman-teman lembaga yang lain, dari BNPT yang terus menerus mengendalikan rawan terorisme ini, secara rasio terorisme di indonesia ini termasuk kecil dibandingkan dengan negara lain," tambah dia.