Hayati Nupus
17 Mei 2018•Update: 17 Mei 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Pemerintah telah bekerja sama dengan enam kabupaten dan enam universitas untuk memanfaatkan limbah non B3 menjadi energi.
Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rosa Vivien Ratnawati mengatakan keenam kabupaten itu yaitu Pelalawan, Katingan, Pasangkayu, Deli Serdang, Belitung Timur dan Kotabaru. Sedang keenam universitas tersebut yaitu Universitas Riau, Universitas Palangkaraya, Universitas Tandulako, Universitas Sumatera Utara, Universitas Bangka Belitung dan Universitas Lambung Mangkurat.
“Pembangunan fasilitas pemanfaatan limbah non B3 biomassa menjadi energi bermanfaat dalam mengurangi timbulan limbah B3 sebesar 20 ton/bulan. Juga meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Rosa, Kamis, dalam siaran pers.
Saat ini, kata Rosa, Indonesia masih bergantung pada energi tidak terbarukan, seperti minyak bumi dan batu bara. Berdasarkan catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) pada 2012, eksploitasi minyak bumi di Indonesia telah mencapai 63 persen. Sisa cadangannya hanya bisa digunakan untuk 18 tahun saja.
Solusinya, ujar Rosa, lewat penggunaan energi terbarukan, seperti matahari, angin, air dan biomassa. Kementerian ESDM juga mencatat terdapat potensi biomassa sebesar 48.810 megawatt di Indonesia pada 2008.
“Angka ini diasumsikan dengan dasar kadar energi dari produksi tahunan sekitar 200 juta ton biomassa dari residu pertanian, kehutanan, perkebunan dan limbah padat perkotaan,” kata Rosa.
Pemerintah, ujar Rosa, telah membangun fasilitas pemanfaatan limbah biomassa menjadi energi itu di Desa Jatidadar, Lampung Tengah, tahun lalu. Bekerja sama dengan Universitas Lampung, sebanyak 20 kepala keluarga di desa itu telah merasakan langsung energi hasil pemanfaatan limbah biomassa.
Rosa berharap fasilitas di Lampung dan enam kabupaten ini dapat menjadi model yang bisa ditiru wilayah sekitar.
“Jadi selain mengelola lingkungan menjadi lebih baik, masyarakat juga memperoleh energi, menambah pendapatan, serta mengurangi ketergantungan terhadap energi tidak terbarukan,” ungkap Rosa.