Adelline Tri Putri Marcelline
28 Mei 2021•Update: 29 Mei 2021
JAKARTA
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim meminta pemerintah daerah segera memulai pembelajaran tatap muka secara terbatas.
Nadiem juga mendesak setelah guru-guru selesai mendapat vaksinasi, sekolah wajib untuk membuka opsi pembelajaran tatap muka.
“Jika ibu dan bapak guru serta tenaga pendidikan sudah divaksinasi mohon segera memberikan opsi PTM terbatas,” kata dia dalam diskusi Guru Belajar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, secara virtual, Jumat.
Apalagi menurut dia, banyak pelajar yang meminta sekolah dibuka lagi karena kesulitan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
“Mereka bertanya kapan sekolah dibuka lagi, kapan bisa bertemu guru dan teman-teman, hal itu membuktikan anak-anak kita sudah tidak sabar,” ujar Nadiem.
Sementara itu, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Iwan Syahril mengatakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) menurunkan bahkan menghilangkan kompetensi pendidikan pelajar.
Sehingga menurut Iwan, butuh waktu 9 tahun untuk mengejar ketinggalan tersebut.
“Untuk memperbaiki kondisi saat ini dibutuhkan kehilangannya diprediksi bisa sampai 9 tahun,” jelas Iwan.
Sebelumnya, Nadiem mengatakan hingga saat ini sudah ada 25 persen sekolah di Indonesia yang melaksanakan kegiatan PTM.
Namun, dia menegaskan bahwa sekolah-sekolah itu menerapkan PTM secara terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat.
Para orang tua siswa juga memiliki hak penuh untuk menentukan apakah anaknya boleh kembali ke sekolah atau tidak.
Selain itu, opsi kesiapan sekolah untuk memulai pembelajaran tatap muka diserahkan kepada pemerintah daerah.