Muhammad Nazarudin Latief
12 April 2019•Update: 15 April 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan memastikan tidak ada gangguan kondisi kelistrikan selama periode Pemilu 2019, di Depok, Jawa Barat, Jumat.
"Kondisi kelistrikan saya kira sudah baik, sehingga kita bisa hindari gangguan-gangguan kelistrikan selama proses pesta demokrasi ini," ujar dia dalam keterangan pers.
Menteri Jonan memberi arahan agar PLN memantau detail persiapan pengamanan pasokan listrik hingga unit rayon PLN.
"Cek detailnya, terutama tanggal 17 April saat pemungutan suara, karena akan dilaksanakan di seluruh nusantara, dan TPS-nya banyak sekali, mungkin ratusan ribu. Jadi itu tolong ada monitoring sampai ke unit rayon PLN masing-masing," ujar Menteri Jonan.
Menteri Jonan juga meminta PLN berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mendeteksi keperluannya, khususnya di Tempat Pemungutan Suara pada hari pemungutan suara hingga usai Pemilu, dari kota hingga ke daerah terpencil.
“Kalau bisa hingga setiap KPU daerah itu tanya lagi apa yg perlu dipersiapkan. Khususnya lagi mungkin daerah-daerah yang terpencil dan remote yang mungkin komunikasinya tidak mudah.
“Setelah itu di kantor-kantor KPUD, untuk penghitungan suara dan untuk sistem logistiknya jangan sampai down, jadi bukan hanya KPU pusat, tapi KPUD di daerah."
PLN memproyeksikan beban listrik pada hari pemungutan suara akan turun karena industri yang biasanya mengkonsumsi tenaga listrik besar dan perkantoran berhenti beroperasi.
Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero) Amir Rosidin mengungkapkan bahwa beban puncak di Sistem Jawa-Bali rata-rata turun sekitar 5.000 MW.
Menurut dia, pada 17 April nanti, beban puncak siang rata-rata 15.000 MW. Rata-rata hari biasa sekitar 20.000 MW, jadi turun sekitar 5.000 MW.
Sedangkan beban puncak malam 22.000 MW dan rata-rata hari biasa 26.000-27.000 MW, jadi turun sekitar 5.000 MW.
“Jadi secara sistem kita cukup," ujar Amir.
Pada sistem Jawa-Bali, beban listrik diperkirakan akan mengalami penurunan menjadi sebesar 15.571 MW untuk beban puncak siang hari dan sebesar 22.895 MW untuk beban puncak malam hari atau mengalami penurunan sekitar 12-29 persen.
Adapun prakiraan beban kondisi pasokan tenaga listrik selama periode Pemilihan Umum Presiden dan Legislatif (H-7 s.d. H+7) pada Sistem Kelistrikan Jawa-Bali berada pada kondisi "pasokan cukup".