Erric Permana
02 September 2019•Update: 03 September 2019
JAKARTA
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, mengatakan banyak anak dan perempuan yang mengalami trauma akibat kerusuhan yang terjadi di sejumlah daerah di Papua.
Yohana menyebut saat ini kementeriannya tengah menyelidi dan mengumpulkan data mengenai perempuan dan anak yang menjadi korban.
"Saya akan mengundang kepala suku , tokoh adat untuk datang kita berbicara khusus tentang perempuan dan anak," ujar Yohana di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta pada Senin.
Yohana juga menyatakan akan berkoordinasi dengan akademisi serta tokoh perempuan untuk menghilangkan trauma yang dialami oleh perempuan dan anak di Papua.
Aksi unjuk rasa berujung ricuh terjadi di sejumlah wilayah di Papua dan Papua Barat. Aksi unjuk rasa itu mengecam tindakan rasis terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur pada 16-17 Agustus lalu.