Nicky Aulia Widadio
24 Mei 2021•Update: 25 Mei 2021
JAKARTA
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tengah menyelidiki dugaan kebocoran 279 juta penduduk Indonesia yang diperjualbelikan di forum peretas online.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengatakan telah memanggil seorang pejabat dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terkait insiden ini.
Menurut Rusdi, pemanggilan tersebut bertujuan mengklarifikasi mengenai bagaimana pengelolaan data dan informasi di BPJS Kesehatan berjalan.
“Dia orang yang bertanggung jawab terhadap operasional teknologi informasi di BPJS Kesehatan,” kata Rusdi melalui konferensi pers di Jakarta, Senin.
Polisi masih belum menyimpulkan bagaimana data tersebut bisa diperjualbelikan di sebuah forum online.
“Hasil klarifikasi hari ini akan digunakan penyidik untuk menyiapkan langkah berikutnya menuntaskan kasus ini,” tutur dia.
Sebelumnya, sebuah akun bernama Kotz menjual data penduduk Indonesia di “Raid Forums” seharga USD6.000.
Dia mengklaim memiliki 279 juta data penduduk, termasuk yang telah meninggal.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan data pribadi penduduk Indonesia yang bocor tersebut identik dengan data milik Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.