Iqbal Musyaffa
08 September 2020•Update: 08 September 2020
Jakarta
Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) memastikan Liga 1 akan kembali bergulir 1 Oktober tanpa penonton.
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan keputusan ini diambil agar tidak tercipta klaster penularan Covid-19 dari pertandingan sepak bola.
“Kami imbau seluruh supporter mohon disepakati pertandingan tanpa penonton. Kita tidak ingin tanggung risiko terjadinya klaster baru,” ungkap Iriawan dalam diskusi virtual, Selasa.
Dia mengatakan pertandingan dapat disaksikan melalui televisi.
Namun PSSI juga tidak menganjurkan ada acara “nonton bareng” yang melibatkan banyak kerumunan massa.
“Jauh-jauh hari sebelum liga kembali bergulir, kita berdiskusi terkait masalah kemanusiaan dan kesehatan agar tidak ada masalah saat liga kembali berjalan,” tambah Iriawan.
Dia mengatakan PSSI sudah memiliki 13 buku panduan untuk penyelenggara pertandingan, pemain, official tim, kru tv, dan pasukan pengamanan.
Seluruh pihak yang terlibat dalam pertandingan juga wajib mengikuti rapid test.
Khusus para pemain akan dilakukan tes swab dengan anggaran sebesar Rp5 miliar yang menjadi tanggung jawab federasi dibantu dengan Satgas Covid-19, ujar dia.
“Nanti setelah liga bergulir, sponsor akan kembali masuk memberikan dukungan,” kata dia.
Iriawan mengatakan sebelum pertandingan bergulir pada pukul 16.00 akan dilakukan sterilisasi pemain bekerja sama dengan Dinas Kesehatan di daerah tempat pertandingan berlangsung.
Iriawan mengaku belum mempersiapkan skenario apabila ada pemain yang tertular Covid-19 pada saat liga sudah kembali bergulir.
Menurut dia, keputusan melanjutkan kompetisi ataupun menghentikannya merupakan kesepakatan penyelenggara, klub, Satgas Covid, Pemda, dan pihak lainnya.
“[Bila ada pemain positif Covid-19] eksesnya akan besar pada jalannya pertandingan, hak siar, hotel, transportasi dan lainnya,” imbuh dia.