Shenny Fierdha Chumaira
29 November 2017•Update: 29 November 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Terduga teroris Nurhadi (36) yang ditangkap oleh polisi pada Senin di Kalimantan Barat akan segera dibawa ke Rumah Tahanan Markas Komando Brigade Mobil (Rutan Mako Brimob) Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Di rutan tersebut, Nurhadi akan diperiksa lebih lanjut oleh polisi.
"Untuk sementara, diketahui bahwa Nurhadi tidak terkait dengan jaringan teroris manapun di Indonesia," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Besar Martinus Sitompul di Jakarta, Selasa malam.
Nurhadi juga, lanjut Martinus, jadi tergerak untuk bergabung dengan kelompok teroris Daesh di Marawi, Filipina, setelah bertemu dengan beberapa warga Malaysia dan Filipina.
Atas kemauan sendiri dan tanpa dipaksa oleh pihak manapun, Nurhadi mengaku memutuskan pergi ke Filipina setelah melihat banyak anggota Daesh yang ditangkap di Marawi.
"Nurhadi berangkat dengan menggunakan uang pribadinya. Ia bekerja di bidang pemasaran di suatu perusahaan swasta di Pontianak," kata Martinus.
Pada Senin siang, Nurhadi diamankan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di ruang tunggu Bandar Udara Internasional Supadio, Kalimantan Barat, ketika sedang menunggu pesawat.
Rencananya, dia akan terbang ke Malaysia untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Marawi.
Sebelum berangkat, Nurhadi bahkan sudah menitipkan istri dan anaknya kepada keluarganya dan pamit untuk jihad di Marawi.