Hayati Nupus
28 Maret 2019•Update: 29 Maret 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Survei lembaga riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menyimpulkan tiga partai dengan elektabilitas tertinggi adalah PDIP, Gerindra dan Golkar.
Peneliti CSIS Arya Fernandes mengatakan sebanyak 25,9 persen responden memilih PDIP, 13,3 persen Gerindra dan 9,4 persen Golkar.
Sementara, lanjut Arya, PKB memperoleh 7 persen, Demokrat 5,5 persen, Partai Keadilan Sejahtera 4,6 persen, Nasdem 4,3 persen, PPP 3 persen, PAN 25 persen, Perindo 1,1 persen, Hanura 0,8 persen PSI 0,5 persen, PBB 0,4 persen, PKPI 0,2 persen, Partai Garuda 0,1 persen dan Partai Berkarya 0,1 persen.
“Sementara 3,2 persen belum menentukan pilihan dan 18,2 persen tidak menjawab,” ujar Arya, Kamis, di Jakarta.
Arya mengatakan perubahan dukungan pemilih dan perolehan suara partai masih mungkin terjadi, terutama untuk partai menengah dan kecil.
Penyebabnya, tambah Arya, masih tingginya responden yang merahasiakan pilihan saat survei digelar.
Penyebab lainnya, imbuh Arya, adalah model kampanye dan mobilitas caleg yang berpotensi membuat konstelasi berubah.
Arya menuturkan jika survei juga menyimpulkan adanya migrasi suara partai dari berbasis agama ke nasionalis.
“Loyalitas pemilih partai nasionalis tampak lebih tinggi ketimbang partai berbasis agama,” kata Arya.
Hal ini terjadi karena pemilihan presiden dan pemilihan anggota legislatif digelar serentak.
“Suara pemilih partai berbasis agama tersedot ke partai yang diasosiasikan dengan capres tertentu,” tambah Arya.
Survei digelar sepanjang 15-22 Maret 2019 dengan jumlah sampel 1.960 orang yang tersebar secara proporsional di 34 provinsi di Indonesia.
Pada 17 Maret 2019 mendatang Indonesia akan menggelar kontestasi pemilihan presiden-wakil presiden dan anggota legislatif.
Ada dua calon yang diusung dalam pemilihan presiden-wakil presiden, yaitu pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.