Devina Halim
03 September 2021•Update: 04 September 2021
JAKARTA
Gugus tugas pemerintah Filipina sedang bersiap untuk membeli tambahan dosis vaksin Covid-19 sebagai booster shot dan telah bernegosiasi dengan empat produsen.
Kepala Pelaksana Gugus Tugas Nasional (NTF) Melawan Covid-19 sekaligus kepala vaksinasi Filipina Carlito Galvez Jr. mengatakan booster tersebut awalnya akan dialokasikan bagi kelompok prioritas tenaga medis dan petugas kesehatan.
“Kami menunggu rekomendasi dan evaluasi dari NITAG (National Immunization Technical Advisory Group) serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang perlunya suntikan booster di dalam negeri,” kata Carlito dikutip dari kantor berita pemerintah PNA, Jumat.
Carlito mengungkapkan WHO belum merekomendasikan penggunaan booster shot, sementara ahli vaksinasi Filipina sedang menilai kemungkinan pelaksanaannya.
Namun, dia memastikan pihaknya akan langsung memproses pembelian vaksin setelah penyuntikan booster diizinkan.
“Kami telah memulai negosiasi dan kami akan segera menandatangani term sheet yang tidak mengikat hanya untuk mengunci pasokan,” ungkap Carlito.
Pemerintah Filipina telah mengalokasikan PHP45 miliar atau sekitar Rp12,88 triliun untuk pengadaan suntikan booster.
Carlito menambahkan bahwa calon pemasok vaksin dapat mengirimkan suntikan booster menjelang akhir kuartal keempat 2021 atau awal tahun 2022.
Untuk saat ini, Filipina akan fokus memperluas jangkauan program vaksinasi nasional mereka.
Berdasarkan data per 1 September, Filipina telah menyuntikkan lebih dari 34,1 juta dosis vaksin Covid-19.
Sebanyak lebih dari 14,1 juta orang telah divaksinasi penuh terhadap Covid-19 atau setara 18,22 persen dari target populasi Filipina yang berjumlah 77 juta orang.
Carlito mengatakan pihaknya akan mencoba mempercepat proses vaksinasi pada September dan Oktober untuk mencapai 20 juta orang yang divaksinasi penuh pada akhir bulan.
Filipina memiliki lebih dari 2 juta kasus Covid-19 hingga Kamis, dengan 33.680 kasus kematian.