Pizaro Gozali İdrus
03 Mei 2018•Update: 03 Mei 2018
Pizaro Gozali
BOGOR
Akademisi Muslim terkemuka Thailand Selatan mengatakan perguruan tinggi di wilayah minoritas muslim tersebut memerlukan bantuan pendidikan.
Rektor Fatoni University, Patani, Thailand Selatan, Ismail Lutfi Japakiya mengatakan bantuan yang dibutuhkan tersebut berupa material, tenaga pengajar, hingga beasiswa.
“Kami menginginkan beasiswa untuk S2 dan S3 karena S1 sudah banyak di sana,” jelas Ismail kepada Anadolu Agency di sela-sela Konsultasi Tingkat Tinggi Cendekiawan Muslim Dunia di Bogor, Rabu.
Ismail mengatakan situasi Thailand Selatan yang berangsur kondusif, berdampak baik bagi kemajuan pendidikan Islam.
“Kelompok yang ekstrem di Patani itu sangat sedikit,” tukas Ismail.
Kampus yang telah berdiri sejak tahun 1998 inipun diakui oleh Kementerian Pendidikan Thailand.
“Kami juga bekerjasama dengan Muhammadiyah di Indonesia,” kata Ismail.
Mempertahankan identitas Melayu
Untuk mempertahankan identitas Melayu, Ismail mengatakan kampusnya membuka jurusan bahasa Melayu.
Ismail mengakui bahasa Melayu sudah jarang dipakai oleh masyarakat Muslim Patani. Sebab umumnya masyarakat terbiasa menggunakan bahasa Thailand.
Bahkan di laman situs kampus, Fatoni University berencana mengadakan seminar internasional Bahasa Melayu pada Juli mendatang.
“Di kampus kami bahasa Arab Jawi masih dipakai,” terang Ismail.
Ismail menjelaskan minimnya lapangan pekerjaan memang masih terjadi di Patani.
Karena itu, Ismail meminta agar para mahasiswa Patani memiliki skill wirausaha.
“Mereka harus memiliki mindset pengusaha agar bisa membuka lapangan kerja,” ujar Ismail.