Ekip
01 Januari 2022•Update: 03 Januari 2022
ANKARA
Korban tewas akibat topan di Filipina bertambah menjadi 405 jiwa pada Jumat, menurut laporan media setempat.
Kematian terkait topan sebagian besar disebabkan karena tenggelam, tertimpa pohon tumbang, dan tanah longsor, menurut Ricardo Jalad, kepala badan bencana nasional, yang dikutip oleh Channel News Asia.
Sekitar 82 orang hilang dan 1.147 luka-luka akibat Topan Rai yang juga merusak lebih dari 530.000 rumah, dan menimpa hampir 4,5 juta orang.
Bencana ini dianggap sebagai topan ke-15 dan paling mematikan yang melanda Filipina tahun ini.
Topan tersebut membawa dampak parah di banyak wilayah negara di mana selain kematian dan cedera, jalan-jalan rusak, listrik padam setelah tiang dicabut saat topan melanda kota-kota.
Tentara militer Filipina dikerahkan untuk mendukung upaya pencarian dan penyelamatan.
Topan super, yang mencapai kecepatan 195 kilometer per jam, menyebabkan pemadaman listrik dan kerusakan serius di pulau-pulau tenggara.
Kehancuran yang dibawa oleh topan itu menarik bantuan dari banyak negara termasuk China, AS, dan badan-badan internasional, termasuk dari PBB.
Sementara itu, Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH) yang berbasis di Istanbul meluncurkan kampanye bantuan darurat di wilayah yang terkena dampak Topan Rai.