Hayati Nupus
30 Agustus 2019•Update: 30 Agustus 2019
JAKARTA
Malaysia tengah mencari negara asal hampir 200 kontainer yang diyakini mengandung limbah plastik dan menumpuk di negara itu.
Pejabat senior Kementerian Lingkungan Hidup Malaysia K Nagulendran mengatakan negaranya telah mengirimkan kembali sekitar 10 kontainter limbah plastik ke berbagai negara dan menutup 155 pabrik pendaur ulang ilegal.
Meski begitu, lanjut Nagulendran, ada lebih dari 198 kontainer berisikan plastik bekas di tiga pelabuhan dan masuk ke Malaysia tanpa izin.
“Kami masih mencari negara asal kontainter berisikan plastik itu,” ujar Nagulendran, Kamis, seperti dikutip Channel News Asia.
Asia Tenggara dibanjiri sampah plastik dari berbagai negara maju seperti AS, Australia dan Inggris sejak China menutup pintu akan impor barang tersebut pada tahun lalu.
Beberapa bulan terakhir, sejumlah negara Asia Tenggara telah mengirimkan kembali limbah itu ke negara asal.
Selain Malaysia, Filipina mengembalikan pengiriman sampah ke Kanada dan Indonesia yang mengirimkan kembali lima kontainter ke AS.