Pizaro Gozali İdrus
15 Oktober 2019•Update: 15 Oktober 2019
JAKARTA
Pemerintah Malaysia akan memulangkan warga negaranya yang ingin kembali setelah ditahan terkait Daesh, lansir Straits Times pada Senin.
Total 40 dari 65 warga Malaysia yang ditahan di Suriah telah menghubungi pemerintah Malaysia dan memberi tahu keinginan untuk pulang.
“Kami berharap jumlah mereka yang ingin pulang bertambah dari waktu ke waktu," ujar Ayob Khan Mydin Pitchay, Kepala Divisi Pencegahan Terorisme Cabang Bukit Aman.
Ayob mengatakan dari 40 orang, 11 di antaranya adalah laki-laki, dan sisanya adalah perempuan dan anak-anak.
"Kami telah memperoleh informasi bahwa kamp-kamp di Suriah berada dalam situasi kritis, terutama karena kekurangan makanan," ujar dia.
Ayob menyampaikan polisi Malaysia hanya bisa terlibat dalam tahap awal upaya pemulangan, tetapi keputusan akhir akan berada pada pemerintah dan komunikasi dengan agen-agen asing.
"Para lelaki itu sekarang ditahan di penjara Al-Hasakah sementara wanita dan anak-anak ditempatkan di kamp Badan PBB Urusan Pengungsi (UNHCR)," kata dia.
Ayob mengatakan anak-anak simpatisan Daesh sementara waktu akan menjalani program rehabilitasi.
Ayob juga menerangkan masih banyak warga Malaysia yang ditangkap karena berniat bergabung dengan Daesh.
Dia menyampaikan perkembangan terakhir menunjukkan bahwa wilayah selatan Filipina kini menjadi medan bagi para ekstremis untuk melakukan serangan teror.
"Banyak dari mereka berinteraksi melalui media sosial," kata dia.