Pızaro Gozalı Idrus
09 Januari 2020•Update: 09 Januari 2020
JAKARTA
Pemerintah Malaysia sedang membuat persiapan untuk mengevakuasi 220 warga Malaysia yang tinggal di Iran dan Irak setelah konflik di kawasan, lansir Bernama pada Kamis.
Menteri Luar Negeri Saifuddin Abdullah keputusan itu diambil setelah pertemuan khusus antara kementerian dan berbagai lembaga, termasuk Dewan Keamanan Nasional, Kementerian Pertahanan, Kementerian Dalam Negeri dan Departemen Perdana Menteri
“Kami sedang membuat persiapan jika ada kebutuhan untuk evakuasi. Saat ini, ada 58 orang Malaysia di Iran, setengahnya adalah mahasiswa,” ujar Saifuddin.
"Di Irak, kami memiliki 162 warga yang mayoritas merupakan staf Petronas dan beberapa dosen," kata Saifuddin.
Saifuddin juga mengatakan kementerian telah menginstruksikan kedutaan besar di dekat zona konflik agar siaga untuk melakukan evakuasi.
"Kepada mereka yang tinggal di negara-negara tersebut, silakan tetap berhubungan dengan kedutaan," kata dia seraya meminta warga Malaysia menunda perjalanan yang tidak penting ke wilayah tersebut.