Hayati Nupus
JAKARTA
Akademisi dan kalangan bisnis Thailand menyambut baik langkah Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha untuk membentuk kabinet ekonomi, sebagai bagian dari upaya mendesak demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengatasi persoalan pangan.
Anggota Dewan Pengembangan Ekonomi dan Sosial Nasional (NESDC) Varakorn Samakoses mengatakan dengan koalisi multipartai, sudah selayaknya perdana menteri mengambil kendali langsung atas arah kebijakan negara.
Salah satu prioritas utamanya, lanjut Samakoses, adalah mendukung bisnis berskala menengah yang tengah dilanda persaingan daring.
Ketua Federasi Industri Thailand Supant Mongkolsuthree mengatakan kabinet ekonomi yang dipimpin Jenderal Prayut akan berdampak positif pada psikologi pasar dan meningkatkan kepercayaan investor.
“Dengan perdana menteri mengambil alih urusan ekonomi, ada harapan perubahan signifikan akan terjadi,” ujar Supant, seperti dikutip Bangkok Post.
Sementara dosen Institut Administrasi Pembangunan Nasional Danuvas Sagarik mengatakan bahwa tren para pemimpin global saat ini tengah mementingkan pertumbuhan ekonomi.
“Jika tidak, akan sulit menyelesaikan masalah negara,” ujar dia.
Dalam rapat kabinet Selasa lalu, Jenderal Prayut mengatakan bahwa dia yang akan memimpin langsung kabinet ekonomi itu, demi memastikan konsistensi kebijakan.
Pada pemerintahan sebelumnya, Thailand tak memiliki kabinet ekonomi formal. Perekonomian hanya ditangani oleh tim dari militer dan Dewan Nasional untuk Perdamaian dan Ketertiban yang dipimpin Somkid Jatusripitak yang kini menjadi wakil perdana menteri.
Kementerian Keuangan, ujar Prayut, tengah mempertimbangkan sederet langkah jangka pendek untuk merangsang pertumbuhan ekonomi, yang berfokus pada konsumsi domestik dan pariwisata.
Selasa lalu, Prayut mengumumkan lima wakilnya dalam rapat kabinet.
Wakil Perdana Menteri Prawit Wongsuwon akan menangani empat kementerian, yaitu tenaga kerja, ekonomi digital dan masyarakat, interior, serta sumber daya alam dan lingkungan.
Somkid akan menangani empat kementerian, yaitu keuangan, asing, pendidikan tinggi dan energi.
Sementara Wakil Perdana Menteri Wissanu Krea-ngam akan menangani Kementerian Kehakiman dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Sedang Wakil Perdana Menteri Jurin Laksanavisit, pemimpin Partai Demokrat, akan mengurusi Kementerian Pembangunan Sosial dan Kemananan Manusia, serta Pertanian dan Perdagangan.
Begitu pula, Wakil Perdana Menteri Anutin Charnvirakul, pemimpin Partai Bhumjaithai akan mengawasi tiga kementerian dan anggota parlemen, yang berfokus pada kesehatan masyarakat, pariwisata dan transportasi.
news_share_descriptionsubscription_contact
contact_the_ombudsman
is_there_an_error_in_this_story


