Pizaro Gozali Idrus
21 Mei 2021•Update: 22 Mei 2021
JAKARTA
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyampaikan Filipina mengalami penurunan sebesar 75 persen dalam penempatan pekerja Filipina di luar negeri (OFW), yang merupakan terendah sepanjang tiga dekade.
Dalam laporannya pada Jumat, IOM juga menyampaikan hampir 800.000 pekerja luar negeri Filipina telah kembali ke negara itu pada akhir Desember 2020.
“Ini menunjukkan bahwa 67 persen dari keputusan OFW yang dinilai untuk kembali disebabkan oleh COVID-19, sementara 83 persen OFW menganggur selama rata-rata tiga bulan setelah kedatangan,” kata Kristin Dadey, kepala misi IOM Filipina.
Selain itu, kata Dadey, hampir setengah pekerja luar negeri Filipina mengalami penurunan 60 persen pendapatan rumah tangga setelah mereka kembali.
“Krisis COVID-19 global yang sedang berlangsung dan pembatasan perbatasan terus berdampak buruk pada mobilitas manusia dengan pekerja migran,” kata Dadey.
IOM mencatat bagaimana pandemi mengganggu penerbangan global dan pergerakan orang ketika negara-negara menangguhkan penerbangan dan membatasi masuknya orang asing.
“Temuan dari laporan tersebut dapat mendukung pemangku kepentingan utama dalam mengembangkan kebijakan dan program yang berpusat pada migran dengan informasi terbaru dan relevan,” kata Dadey.
Filipina sejauh ini melaporkan total infeksi Covid-19 sebanyak 1.165.155, dengan 19.641 kasus.