Pizaro Gozali Idrus
09 November 2020•Update: 09 November 2020
JAKARTA
Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha pada Senin menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden terpilih AS Joe Biden dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris.
Melalui sebuah surat, Prayut mengatakan pemerintah Thailand berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah AS untuk meningkatkan hubungan lebih lanjut negara di semua tingkatan.
“Dengan hubungan persahabatan yang telah terjalin lama sejak lebih dari 200 tahun yang lalu, Thailand, sebagai mitra perjanjian pertama Amerika Serikat di Asia, bangga dengan kemitraan strategis kami,” tulis Prayut dalam suratnya.
Prayut juga menekankan hubungan Thailand dan AS telah memberikan keuntungan bagi kedua negara dan berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan.
Atas nama pemerintah dan rakyat Kerajaan Thailand, Prayut berharap Biden sukses menjalani tugas sebagai Presiden AS.
“Kami berharap dapat bekerja sama dengan Anda dan pemerintahan Anda untuk lebih meningkatkan kerja sama kita di semua tingkatan,” tulis Prayut.
Sebelumnya pada hari Sabtu, Biden diproyeksikan untuk memenangkan negara bagian Pennsylvania dan dengan kemenangan di sana melampaui 270 suara elektoral yang diperlukan untuk mengklaim Gedung Putih, menurut The Associated Press dan media lainnya.
Biden sekarang memegang 290 suara elektoral setelah AP juga menyebut bahwa Biden menang di negara bagian Nevada.
Kemenangan Biden menjadikan Trump sebagai presiden masa jabatan tunggal pertama dalam hampir tiga dekade.
Trump, bagaimanapun, berjanji untuk melakukan langkah hukum untuk total suara di beberapa negara bagian.
Trump menolak untuk menyerah setelah setiap outlet berita utama di AS memenangkan lawannya. Sebaliknya dia mengecam dengan tegas dalam sebuah pernyataan yang didistribusikan oleh kampanyenya yang mengklaim bahwa pemilu "masih jauh dari selesai."
"Hukum yang memutuskan siapa presiden, bukan media berita," kata dia.