Hayatı Nupus
06 Januari 2020•Update: 06 Januari 2020
JAKARTA
Presiden Filipina Rodrigo Duterte hari ini akan meneken anggaran nasional 2020 sebesar P4,1 triliun atau USD80,95 miliar, setelah pengesahan periode lalu terhambat perdebatan antarpemimpin kongres pada menit-menit terakhir.
Saling tuduh soal adanya agenda sisipan dalam kongres tahun lalu menjadikan anggaran 2019 baru bisa diteken April, dan mengakibatkan administrasi tertekan, kutip The Phillippine Star.
Duterte sempat memveto sejumlah item anggaran, termasuk proyek pekerjaan umum senilai P95 miliar atau USD1,87 miliar yang dianggap tak konstitusional.
Manajer ekonomi memuji revisi anggaran 2020 yang rencananya disahkan penghujung tahun namun tertunda selama beberapa hari itu.
Senator Panfilo Lacson mengaku menerima kiriman data berupa daftar 1.253 belanja dari 742 proyek yang dipertanyakan, setelah ratifikasi anggaran 2020 dilakukan.
Masih rancu apakah keseluruhan proyek itu senilai P16,3 miliar (USD0,32 miliar) atau P83,2 miliar (USD1,64 miliar).
Anggota DPR mengklaim tak ada dana parkir atau penundaan dalam daftar anggaran 2020 tersebut.
Sekretaris Anggaran Wendel Avisado enggan berkomentar soal dugaan penyisipan dalam anggaran 2020 dan mengatakan sebaiknya media menunggu paparan presiden.
Sementara juru bicara kepresidenan Salvador Panelo beberapa waktu lalu mengatakan tak akan mengizinkan daftar ilegal ada dalam anggaran 2020.
“Presiden mengatakan jika itu bertentangan dengan konstitusi, dia akan memvetonya,” ujar Panelo.
Alokasi anggaran inkonstitusional itu pernah terjadi pada 2013 lalu di Filipina, lewat penetapan Mahkamah Agung yang menyebut itu sebagai “pork barrel”.