Hayati Nupus
07 Agustus 2020•Update: 07 Agustus 2020
JAKARTA
Vietnam menegaskan kembali bahwa Pulau Hoangsa dan Truong Sa adalah “bagian tak terpisahkan dari wilayah Vietnam.”
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam Le Thi Thu Hang melontarkan pernyataan ini terkait pergerakan militer China di dua pulau sengketa itu.
“Semua kegiatan yang dilakukan [China] di dua kepulauan itu tanpa izin tertulis dari Vietnam merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan Vietnam,” ujar Hang, dalam konferensi pers pada Kamis sore, kutip the Vietnam News.
Selain ilegal, kata Hang, langkah China yang mengerahkan militer sekaligus jet tempur dan kapal perang ke terumbu Subi di Kepulauan Truong Sa adalah melanggar hukum kedaulatan laut internasional.
Pengerahan militer China tidak kondusif untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut Cina Selatan, yang disebut Vietnam sebagai Laut Timur, imbuh Hang.
Kementerian Luar Negeri, kata Hang, tengah berdiskusi dengan otoritas terkait laporan bahwa China membangun jaringan pengawasan di Laut Cina Selatan.
Laporan yang ditulis Forbes itu menyebutkan bahwa China membangun serangkaian platform pengawasan sebagai bagian dari “Jaringan Informasi Laut Biru”.
Selain untuk masyarakat sipil, proyek itu dapat digunakan pula untuk militer.