Ekip
05 Oktober 2021•Update: 06 Oktober 2021
ANKARA
Pasukan keamanan Turki pada Selasa menahan sedikitnya 115 orang karena diduga terkait dengan Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok di balik kudeta yang gagal pada 2016 di Turki, kata pejabat dan sumber keamanan.
Jaksa di provinsi barat Turki Izmir mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk 25 tersangka, 22 di antaranya kemudian ditangkap dalam operasi simultan di kota itu.
Secara terpisah, di provinsi Laut Hitam Samsun, empat tersangka FETO ditangkap.
Di provinsi Eskisehir, Anatolia tengah Turki, setidaknya delapan buronan yang terkait dengan FETO ditangkap. Mereka divonis penjara paling lama 7,5 tahun.
Secara terpisah, jaksa di provinsi timur Turki Gaziantep mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk 121 tersangka termasuk tentara yang sedang bertugas.
Sebanyak 81 dari mereka ditangkap dalam operasi anti-teror di 32 provinsi Turki.
Jaksa di Istanbul juga mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk 46 tersangka, termasuk tentara yang sedang bertugas dan yang dipecat.
Polisi sedang melakukan operasi di 21 provinsi Turki untuk menangkap para tersangka.
Sementara itu, Dewan Hakim dan Penuntut (HSK) Turki memecat 13 hakim dan jaksa atas dugaan hubungan mereka dengan FETO.
FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS Fetullah Gulen mengatur kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016 di mana 251 orang tewas dan 2.734 terluka.
Ankara menuduh FETO berada di belakang kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi ke lembaga-lembaga Turki, khususnya militer, polisi, dan peradilan.