Muhammad Abdullah Azzam
09 Januari 2021•Update: 09 Januari 2021
Senhan Bolelli
MADRID
Turki akan terus mengikuti "agenda positif" dengan Uni Eropa (UE) serta menjaga dialog dan diplomasi, ungkap menteri luar negeri Turki kepada harian Spanyol pada Jumat.
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh La Razon, Menlu Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pihaknya mengamati dengan kagum bahwa Spanyol mengadopsi sikap konstruktif dan mendukung dialog dan kerja sama di dalam Uni Eropa.
Cavusoglu mengapresiasi upaya Spanyol dalam menghadapi beberapa negara anggota UE atas kebijakan negaranya untuk melindungi perbatasan lautnya di Mediterania Timur sesuai dengan hukum internasional dan untuk melindungi hak dan kepentingan Siprus Turki.
Mengingat Turki selalu menjadi bagian dari Eropa secara historis, Cavusoglu mengatakan bahwa negaranya memiliki keragaman pandangan dalam "hubungan jangka panjang" dan itu adalah hal yang normal.
“Kami melihat masa depan kami di Eropa,” tambah dia.
"Turki akan mengembangkan hubungannya dengan UE berdasarkan agenda positif dan akan mempertahankan posisinya dalam mendukung dialog dan diplomasi," tutur dia.
Cavusoglu mengatakan bahwa Turki mempertahankan hubungan yang "mengakar kuat" dengan Spanyol, menambahkan bahwa Spanyol adalah salah satu mitra perdagangan terbesar Turki.
“Sebelum pandemi, volume perdagangan kami mencapai 13.000 juta euro, dan target kami mencapai 20.000 juta euro,” ujar dia.
Memperhatikan peningkatan xenofobia dan Islamofobia di Eropa, Cavusoglu juga menyoroti pentingnya toleransi dan saling menghormati, menggarisbawahi "kebutuhan untuk komunikasi dan pemahaman antar peradaban".
Cavusoglu juga menggarisbawahi krisis pengungsi, yang merupakan tantangan bersama kedua negara.
“Kami sebagian besar telah menghentikan arus migran ke UE, memenuhi kewajiban kami pada Perjanjian 18 Maret. Sayangnya, UE belum memenuhi kewajiban dari Perjanjian ini,” sebut dia.
Dia juga menggarisbawahi bahwa Turki akan terus bekerja sama dengan Spanyol dalam beberapa masalah internasional, seperti proses perdamaian di Timur Tengah, Suriah, Libya dan Venezuela.
“Menjadi dua negara yang percaya pada pentingnya multilateralisme, kami akan meningkatkan kolaborasi kami di platform seperti NATO, PBB dan G20,” tukas dia.