Merve Aydogan
01 November 2021•Update: 02 November 2021
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Presiden AS Joe Biden menunjukkan "sikap positif" terkait penjualan jet tempur F-16.
“Masalah memodernisasi F-16 yang kami miliki atau memberikan F-16 baru mengemuka (selama pertemuan dengan Biden). Menteri pertahanan kami mengikuti prosesnya,” kata Erdogan kepada wartawan dalam konferensi pers di KTT G20 di Roma, Minggu.
Sebelumnya kedua pemimpin mengadakan pertemuan tertutup yang berlangsung lebih dari satu jam.
Menanggapi pertanyaan tentang pertemuannya dengan Biden, Erdogan mengatakan telah menyampaikan "penyesalan" Turki atas dukungan yang diterima "kelompok teroris seperti PKK, PYD, YPG, terutama dari AS."
"Sebagai (dua) sekutu NATO, kami telah menyatakan penyesalan bahwa dukungan ini (untuk kelompok teror) telah ditujukan kepada kami," ucap Erdogan.
Dukungan seperti itu untuk kelompok teror "merugikan" solidaritas antara dua negara, kata Erdogan.
Namun dia "percaya" dukungan senjata AS untuk kelompok teror di Suriah tidak akan berlanjut di masa depan.
Erdogan juga mengomentari dampak pandemi Covid-19 terhadap ekonomi global.
“Meski ekonomi global mulai pulih pada 2021, perekonomian kita masih menghadapi tantangan serius.
"Lembaga yang mengendalikan sistem keuangan global tidak boleh menjadi alat manipulasi politik, yang tidak memiliki justifikasi ekonomi yang masuk akal," tambahnya.
Tentang perubahan iklim, Erdogan mengkritik beberapa negara tanpa menyebut nama.
Dia berkata: "Jumlah yang dihabiskan negara-negara paling berpolusi di dunia untuk memerangi migrasi tidak teratur adalah sekitar dua kali lipat dari jumlah yang mereka alokasikan untuk memerangi perubahan iklim. Gambaran timpang di hadapan kita ini benar-benar memalukan."
Menanggapi pertanyaan mengenai proposal UE untuk menciptakan angkatan bersenjata kolektifnya sendiri, Erdogan mengatakan itu "tidak mungkin."