Merve Aydogan
ANKARA
Pemimpin Turki pada Kamis menyerukan persatuan di antara masyarakat, dan mengatakan bahwa lagu kebangsaan menjelaskan mengapa mereka harus melindungi tanah air dan memperkuat negara.
Lagu kebangsaan Turki ditulis pada 1921 pasca Perang Dunia I, yang juga sebagai Perang Kemerdekaan saat rakyat Turki berjuang melawan pasukan asing yang ingin menjajah tanahnya.
"Jika kita [Turki] menunjukkan kelalaian sekecil apa pun dalam perjuangan ini [melawan terorisme], mereka akan berdiri di hadapan kita dengan pemberlakuan yang lebih buruk daripada Perjanjian Sevres," kata Presiden Recep Tayyip Erdogan pada upacara penganugerahan medali negara di kompleks kepresidenan.
Erdogan mengatakan negara itu tengah menghadapi banyak upaya untuk "membuat bangsa bertekuk lutut" melalui terorisme atau upaya kudeta, tetapi dia berjanji bahwa "ambisi kotor" seperti itu tidak akan tercapai di masa depan.
Perjanjian Sevres, yang merupakan pakta tidak adil yang diberlakukan pada Kekaisaran Ottoman pada 1920 setelah Perang Dunia I, digantikan oleh Perjanjian Lausanne - ditandatangani pada tahun 1923 oleh Turki dan Inggris, Prancis, Italia, Yunani, dan sekutu mereka.
Menyebutkan runtuhnya Saljuk dan kerajaan Ottoman karena perpecahan di dalam, Erdogan berjanji bahwa Turki tidak akan menghadapi nasib yang sama.
Pada peringatan 106 tahun Pertempuran Canakkale 1915, yang juga dikenal sebagai Gallipoli, presiden mengatakan Turki telah menyelamatkan kemerdekaan dan masa depannya meskipun mengalami kerugian.
"Setiap pahlawan yang gugur, setiap veteran yang ada adalah segel simbolis kemerdekaan dan masa depan kita," tambah Erdogan.
Puluhan ribu tentara tewas dalam salah satu pertempuran paling ganas di dunia - kampanye Gallipoli di Kekaisaran Ottoman selama Perang Dunia I.
Peristiwa menjelang pertempuran penting dimulai pada Februari 1915, ketika Inggris dan Prancis memutuskan untuk meluncurkan kampanye Gallipoli untuk menjatuhkan Kekaisaran Ottoman.
Mereka memulai serangan mereka pada 18 Maret - hari yang diperingati sebagai Hari Kemenangan Angkatan Laut Canakkale - tetapi perairan dipenuhi dengan jaringan ranjau yang dipasang oleh kapal-kapal Ottoman.
Pada 25 April, tentara Sekutu [Inggris] mendarat di pantai semenanjung Gallipoli. Pasukan berada di sana sebagai bagian dari rencana untuk membuka Selat Dardanella di pantai Aegea Turki untuk armada Sekutu, yang memungkinkan mereka mengancam keamanan ibu kota Ottoman.
Sekutu menghadapi perlawanan yang kuat dan berani dari Turki dan kampanye tersebut ternyata gagal. Puluhan ribu warga negara dan tentara Turki tewas, bersama dengan puluhan ribu orang Eropa, ditambah sekitar 7.000-8.000 warga Australia dan hampir 3.000 warga Selandia Baru.
Kemenangan melawan pasukan Sekutu meningkatkan moral pihak Turki, yang kemudian melancarkan perang kemerdekaan antara 1919-1922, dan akhirnya membentuk republik pada 1923 dari reruntuhan kekaisaran itu.
news_share_descriptionsubscription_contact


