Enes Kaplan
15 April 2021•Update: 15 April 2021
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Rabu memperingatkan bila negaranya mengambil pendekatan yang berbeda, maka situasi di Mediterania Timur akan berubah secara drastis.
"Situasinya akan berbeda jika Turki tidak bersikap lunak terhadap semua konflik dan ketegangan di Mediterania Timur, tetapi kami malah menunjukkan toleransi kepada mereka," kata Erdogan kepada kaum muda di perpustakaan besar di ibu kota Ankara.
Erdogan mengatakan Turki dan Libya menyatakan tekad mereka untuk kegiatan penelitian seismik dan pengeboran di wilayah tersebut dengan perjanjian yang mereka tandatangani tentang batasan maritim pada 2019.
"Kita bisa bersama-sama melakukan penelitian seismik dan pekerjaan pengeboran dengan Libya. Yunani merasa terganggu karena tidak punya sarana itu," ujar Presiden Turki.
Erdogan kembali menegaskan dukungan Turki kepada Republik Turki Siprus Utara (TRNC) dan dia juga mengatakan negaranya akan campur tangan jika TRNC diperlakukan tidak adil.
Pada 27 November 2019, pemerintah Libya yang diakui secara internasional menandatangani dua perjanjian dengan Turki - satu tentang kerja sama keamanan dan lainnya tentang penentuan garis perbatasan laut bersama mereka.
Yunani dan Libya telah sepakat untuk melanjutkan pembicaraan tentang penetapan zona maritim, menurut pernyataan dari Athena pada Rabu.