Muhammad Abdullah Azzam
10 Januari 2020•Update: 10 Januari 2020
Burak Bir
ANKARA
Presiden Turki pada Kamis mengatakan negaranya akan terus mempertahankan hak dan kepentingannya, dan masa depan dan keamanan negaranya melambung tinggi melampaui batasan.
Turki akan terus mempertahankan hak-hak dan kepentingannya di Irak, Suriah dan Mediterania, kata Recep Tayyip Erdogan saat berpidato di ibu kota Ankara pada sebuah upacara penempatan penyandang disabilitas di bawah perlindungan pemerintah.
Acara tersebut bertujuan untuk memperkenalkan program pemerintah untuk melayani para penyandang cacat serta para pemuda yang berada di bawah perlindungan pemerintah.
Menyoroti rencana bersama Libya untuk mengirim pasukan Turki ke negara Afrika Utara, Erdogan mengatakan: "Kami berada di tanah ini [Libya], tempat leluhur kami mencetak sejarah, karena kami diundang ke sana untuk melawan ketidakadilan dan penganiayaan."
Erdogan juga mengatakan bahwa Turki terus berhasil melawan upaya untuk penghancuran dari dalam lewat organisasi teroris.
Pada 2 Januari kemarin, parlemen Turki mengeluarkan mosi yang memungkinkan pemerintah mengirim pasukan atas permintaan pemerintahan GNA, yang telah dikepung oleh pasukan Haftar.
Komandan Haftar, yang didukung oleh Mesir dan AS, telah meraih kemajuan yang signifikan dalam beberapa minggu terakhir.
Pada bulan April, pasukan Haftar meluncurkan kampanye militer untuk merebut Tripoli dari pemerintah yang diakui secara internasional.
Sejak lengser dan wafatnya Muammar Khadaffi pada 2011, ada dua kursi kekuasaan yang saling bersaing di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang diakui oleh PBB dan masyarakat internasional.