ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Kamis mengatakan bahwa angkatan laut dan pasukan penjaga pantai Turki telah menyelamatkan ratusan ribu nyawa di laut.
Erdogan mengikuti latihan militer “Tanah Air Biru” negara itu melalui konferensi video dari Kompleks Kepresidenan di ibu kota Ankara.
Memiliki kekuatan angkatan laut yang kuat bukanlah pilihan tetapi merupakan keharusan bagi Turki, karena negara kami dikelilingi laut di tiga sisi, sebut presiden.
“Jadi, kami memprioritaskan untuk terus meningkatkan kemampuan angkatan laut kami dengan peralatan mutakhir dan personel terlatih, untuk memberikan kontribusi setinggi mungkin bagi pertahanan tanah air kami,” kata Erdogan.
Dia menambahkan bahwa Turki mendapat apresiasi dari dunia atas operasi kemanusiaan, penyelamatan, dan bantuannya kepada Ukraina dan Libya serta wilayah lain di seluruh dunia.
"Bersama Angkatan Laut dan Penjaga Pantai kami, kami telah menyelamatkan ratusan ribu nyawa di perairan, sementara negara-negara yang menganggap diri mereka maju dan modern membiarkan para pengungsi mati di laut atau bahkan mencoba membunuh mereka dengan menenggelamkan kapal mereka," ujar Erdogan.
Latihan militer ‘Tanah Air Biru 2022’
Latihan militer Tanah Air Biru berlanjut di Laut Hitam, Aegea, dan Mediterania Timur dengan partisipasi 122 kapal dan 41 pesawat.
Sebagai bagian dari latihan, tim pasukan bawah air, yang dikerahkan dengan helikopter, melompat ke dalam air dan berhasil menghancurkan sebuah ranjau.
Untuk kegiatan latihan pertahanan kapal selam, kapal patroli Tuzla menembakkan rudal perang anti kapal selam sedangkan pesawat patroli maritim melakukan serangan torpedo terhadap kapal selam.
Kelas MILGEM TCG Heybeliada dan flagships TCG Buyukada melakukan latihan pengisian yang sedang berlangsung dengan TCG Kemal Reis.
Pertama kalinya, target di dalam air dihantam dengan amunisi pintar MAM-L dari UAV Aksungur bersenjata yang telah masuk inventaris angkatan laut Turki tahun ini.
Selain Menteri Pertahanan Hulusi Akar dan komandan pasukan, perwakilan asing dari AS, Australia, Azerbaijan, Ceko, Filipina, Georgia, Iran, Jepang, Korea Selatan, Republik Turki Siprus Utara, Latvia, Meksiko, Nigeria, Pakistan, dan Senegal turut hadir dalam upacara sebagai pengamat.