Muhammad Abdullah Azzam
16 September 2020•Update: 17 September 2020
Zuhal Demirci
ANKARA
Otoritas Turki mengesahkan sebuah kesepakatan yang ditandatangani antara pihak Turki dan Libya terkait perdagangan dan ekonomi, ungkap Surat Edaran Resmi negara itu pada Selasa.
Menurut kesepakatan tersebut, kedua pemerintah menekankan pentingnya melanjutkan pelaksanaan proyek pembangunan di Libya, dengan mempertimbangkan stabilitas negara dan meletakkan dasar untuk kemitraan dua negara yang sejati.
Turki dan Libya menandatangani MoU untuk meningkatkan perdagangan dan hubungan ekonomi pada 13 Agustus.
Berangkat dari hubungan yang kuat sejak era Ottoman, Turki dan Libya pada November lalu juga telah menandatangani perjanjian tentang perbatasan laut, keamanan dan kerja sama militer.
Pemerintah Libya, yang dibentuk pada 2015, setelah penggulingan Muammar Gaddafi pada 2011, telah menghadapi sejumlah hambatan, termasuk serangan dari pasukan Khalifa Haftar.
Namun, dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah yang diakui PBB telah membalikkan keadaan melawan pasukan Haftar.
Turki mendukung pemerintah yang berbasis di ibu kota Tripoli, dan resolusi non-militer atas krisis tersebut.