Övünç Kutlu
19 Oktober 2021•Update: 21 Oktober 2021
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin mengatakan pihaknya memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara itu naik 9 persen pada akhir 2021.
"Sementara sebagian besar negara G20 berjatuhan pada 2020 di puncak pandemi, kami menjadi negara dengan pertumbuhan terbesar kedua dengan angka pertumbuhan 1,8 persen," kata Erdogan, berbicara di Forum Bisnis Turki-Angola.
Erdogan mengatakan Turki telah menjadi salah satu dari tiga negara paling sukses di dunia dalam mengembangkan kendaraan udara tanpa awak (UAV).
"Kami adalah salah satu dari 10 negara di dunia yang dapat merancang, membangun, dan memproduksi kapal perangnya," imbuh dia.
Presiden Erdgoan mencatat bahwa Turki memiliki tujuh perusahaan di antara 100 perusahaan pertahanan teratas di dunia, dan negara itu berencana untuk mengoperasikan kapal selam barunya tahun depan.
Dia juga mengatakan Turki berencana untuk merilis mobil listrik pertamanya pada akhir tahun 2022.
Erdogan juga mengatakan maskapai nasional Turki, Turkish Airlines, terbang ke 41 negara, dan total 61 tujuan di Afrika, dan perusahaan nasional Turki itu mengoperasikan penerbangan pertamanya dari Istanbul ke ibu kota Angola, Luanda pada 13 Oktober.
Hubungan Turki-Angola
Menyororti Angola sebagai “rising star” Afrika Selatan, Erdogan menekankan peningkatan kerja sama bisnis dan hubungan bilateral antara Turki dan Angola, terutama di bidang infrastruktur, tekstil, pangan, konstruksi, energi, dan pertambangan.
"Hingga hari ini, perusahaan konstruksi Turki telah menyelesaikan lima proyek di Angola senilai USD809 juta," kata Erdogan.
"Sangat penting bagi kami para pebisnis dari Angola untuk mengenal Turki dan peluang bisnis di negara kami," tutur dia.
Erdogan mengatakan peningkatan kerja sama antara Turki dan Angola akan memungkinkan pengusaha kedua negara untuk saling mengenal lebih baik, dan membangun kerja sama yang melampaui kedua negara dan wilayah mereka.
"Dalam waktu dekat, kami sepakat untuk meningkatkan volume perdagangan bilateral kami menjadi USD500 juta, yang saat ini sekitar USD250 juta," ujar presiden.
Erdogan mengatakan Turki, anggota G20, sejauh ini telah meningkatkan jumlah misi diplomatiknya, membuat perjanjian kerja sama militer, memberikan beasiswa pelajar dan bantuan dalam pariwisata dan pembangunan di seluruh Afrika.
Presiden Erdogan mengatakan Turki terus menawarkan bantuannya ke Afrika melalui beasiswa Turki ke lebih dari 50 negara di benua tempat 5.000 siswa belajar di program gelar pendidikan tinggi.