Maria Elisa Hospita
15 April 2019•Update: 16 April 2019
Hakan Copur
WASHINGTON
Juru bicara kepresidenan Turki mengatakan bahwa Turki dan Amerika Serikat telah mengembangkan hubungan yang baik meskipun ada sejumlah masalah di antara kedua negara.
"AS dan Turki memiliki hubungan yang spesial," kata Ibrahim Kalin jelang konferensi tahunan tentang hubungan AS-Turki ke-37 , yang diselenggarakan oleh Dewan Hubungan Ekonomi Asing Turki (DEIK), Dewan Bisnis Turki-AS (TAIK), dan Dewan Amerika-Turki (ATC), di Washington.
“Selama Presiden [Donald] Trump berkuasa, kedua presiden telah membangun hubungan yang baik,” kata Kalin, pada Minggu.
Menurut Kalin, meskipun kedua negara telah menghadapi sejumlah masalah selama dua tahun terakhir, persahabatan presiden kedua negara berhasil mencegah setiap masalah berubah menjadi krisis.
Sementara itu, Serdar Kilic, Duta Besar Turki di Washington, juga mengatakan bahwa hubungan Turki-AS telah "berkembang atas dasar nilai-nilai bersama, kepentingan bersama, dan tujuan bersama".
Menteri Pertahanan Nasional Turki Hulusi Akar dan Menteri Perdagangan Ruhsar Pekcan, serta sejumlah pejabat tinggi turut menghadiri konferensi tersebut.
Konferensi tahun ini yang bertajuk "Kembali ke Bisnis: Menjaga Kemitraan di Masa Sulit" berlangsung selama tiga hari.
Cara-cara untuk mencapai target perdagangan bilateral USD75 miliar akan dibahas selama konferensi.
Pada Februari, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Trump sepakat untuk meningkatkan hubungan ekonomi, dengan menetapkan target USD75 miliar untuk perdagangan bilateral.
* Nilay Kar Onum turut berkontribusi dalam laporan ini