Seda Sevencan
28 Juni 2022•Update: 29 Juni 2022
ISTANBUL
Turki berkomitmen untuk berkontribusi pada perdamaian yang adil antara Rusia dan Ukraina, kata Direktur Direktorat Komunikasi Turki Fahrettin Altun pada Senin.
Dalam sebuah wawancara dengan Il Messaggero, media terkemuka di Italia, menjelang KTT Antarpemerintah yang akan diadakan antara Turki dan Italia, Altun mengatakan, “Sebaliknya, ada pemain tertentu yang percaya bahwa mereka dapat mengambil manfaat dari perang yang berlarut-larut. Turki tidak pernah menjadi negara seperti itu. Kita juga tidak akan seperti itu di masa depan. Kita harus percaya pada perdamaian dan berjuang untuk perdamaian."
Terkait pertanyaan tentang sanksi terhadap Rusia, Altun mengatakan masalah sanksi telah “sangat dipolitisasi” dalam beberapa tahun terakhir.
Mengingat bahwa beberapa “sanksi bermotif politik” dikenakan pada industri pertahanan Turki, Altun mengatakan Turki percaya bahwa sanksi hanya akan bermakna dan sah jika diputuskan di bawah payung PBB.
Direktur komunikasi itu juga menegaskan kembali sikap Turki soal tawaran Swedia dan Finlandia untuk mendapatkan keanggotaan di NATO.
“Jika negara-negara ini, yang tetap netral untuk waktu yang lama, diterima ke dalam NATO, kami akan berjanji untuk membela mereka berdasarkan Pasal 5. Oleh karena itu, kita perlu melihat bahwa negara-negara tersebut telah sepenuhnya menerapkan nilai-nilai dan tujuan NATO dan berkomitmen penuh untuk keselamatan rakyat Turki," kata Altun.
Dia juga mengatakan bahwa Ankara menghargai dukungan Italia untuk keanggotaan UE Turki sejak awal.
“Sebagai negara-negara Eropa Selatan, kita harus bekerja sama lebih erat,” tambah pejabat Turki itu.