Gökhan Ergöçün
23 Desember 2021•Update: 24 Desember 2021
ISTANBUL
Prioritas utama Turki adalah memastikan stabilitas nilai tukar dan harga barang dalam negeri, serta meningkatkan prediktabilitas, kata menteri industri dan teknologi negara itu Mustafa Varank pada Rabu.
Berbicara pada acara yang diselenggarakan oleh asosiasi bisnis lokal, Varank menekankan bahwa negara mendorong produksi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan asing di segala bidang.
Menteri Turki menyoroti Turki adalah salah satu dari sedikit negara yang mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi positif setelah wabah virus korona tahun lalu.
Varank mengatakan keberhasilan ini bukanlah suatu kebetulan. "Kami dapat mencapai keberhasilan ini sebagai hasil dari infrastruktur produksi kami yang kuat, yang kami miliki berkat investasi kami."
Peningkatan kegiatan produksi dalam negeri akan semakin meningkatkan ketahanan ekonomi terhadap guncangan asing, dan iklim ekonomi akan dibentuk untuk memfasilitasi akses dana bagi mereka yang ingin berinvestasi.
Varank menekankan bahwa perkembangan teknologi dalam beberapa tahun terakhir dan digitalisasi yang meningkat pesat merupakan peluang besar bagi Turki karena menempatkan negara-negara pada pijakan yang sama dalam hal persaingan teknologi.
Turki bertujuan untuk menciptakan nilai tambah sekitar USD20 miliar dalam jangka pendek di industri manufaktur saja dengan membangun kemampuan digital dan kematangan digitalnya, tukas Varank.