Muhammad Abdullah Azzam
18 September 2020•Update: 18 September 2020
Gozde Bayar
ANKARA
Turki telah menyiapkan rencana aksi nasional untuk melawan perubahan iklim, kata menteri lingkungan dan urbanisasi Turki pada Kamis.
“Kami akan menghadapi peristiwa yang belum pernah dialami di negara kami sebelumnya. Hujan deras, banjir, tanah longsor akan lebih sering terlihat," kata Murat Kurum kepada editorial Anadolu Agency di ibu kota Ankara.
Dengan kenaikan permukaan laut saat gunung es mencair karena kenaikan suhu, Kurum mengatakan diperlukan perjuangan maksimal untuk melawan perubahan iklim.
Menteri Turki itu mengatakan setiap negara di G20 telah menyiapkan rencana aksi mereka sendiri dan menerapkan rencana mereka.
Soal upaya Turki untuk memerangi efek perubahan iklim, Kurum mengatakan negaranya akan meningkatkan area hijau, menciptakan "koridor ekologis" antara empat wilayah dari timur ke barat dan dari utara ke selatan, dan meluncurkan Taman Rakyat di seluruh negeri.
Kurum mengatakan badai pasir yang melanda Ankara pada Sabtu lalu diakibatkan oleh angin puting beliung yang jarang terjadi di Turki.
Badai pasir mula-mula menghantam distrik Polatli di ibu kota dan kemudian melanda seluruh kota. Enam warga terluka ringan setelah terkena benda terbang.
Terkait banjir yang melanda provinsi Laut Hitam Giresun, Kurum mengatakan 10.000 bangunan berisiko runtuh.
Pada akhir Agustus lalu, banjir merenggut enam nyawa dan menghancurkan bangunan di daerah tersebut yang menyebabkan kendaraan di Dereli hanyut.