Muhammad Abdullah Azzam
25 November 2019•Update: 26 November 2019
Burak Dağ
ANKARA
Setidaknya 3.735 migran gelap ditahan di seluruh Turki selama seminggu terakhir, menurut data yang dihimpun oleh Anadolu Agency dari sumber keamanan.
Pasukan gendarmerie Turki menahan 1.475 migran di provinsi barat laut Edirne, yang berbatasan langsung dengan Yunani dan Bulgaria.
Menurut laporan pasukan keamanan Turki di Edirne, Yunani belakangan ini meningkatkan upaya untuk mengirim kembali migran gelap ke Turki yang mana kebijakan itu melanggar Resolusi Jenewa, Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia, dan PBB.
Pasukan gendarmerie menangkap lebih dari 1.500 migran yang mencoba menyeberang ke Eropa melalui Yunani di provinsi pesisir Mugla, Canakkale, Izmir, Balikesir, Mersin dan Aydin.
Turki menjadi titik transit utama bagi para migran gelap yang ingin menyeberang ke Eropa untuk memulai kehidupan baru, terutama mereka yang melarikan diri dari wilayah perang.
Para migran tersebut berasal dari Pakistan, Republik Demokratik Kongo, Suriah, Irak, Iran, Afghanistan, Maroko, Mesir, Bangladesh, Somalia, Yaman, Palestina, Mali, Gabon, Senegal, Senegal, Kamerun, Kamerun, Angola, Libya, Libanon, dan Afrika Selatan.
Semua migran yang ditahan selama minggu terakhir ini telah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis dan dipindahkan ke kantor migrasi untuk dideportasi.