Yusuf Hatip, Ata Ufuk Şeker
14 Februari 2018•Update: 15 Februari 2018
Yusuf Hatip, Ata Ufuk Şeker
BRUSSELS
Pada konferensi pers di markas besar NATO di Brussels, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa pekan lalu Turki telah memberitahu lebih lanjut kepada NATO terkait Operasi Ranting Zaitun.
Stoltenberg juga mengaku melakukan komunikasi secara teratur dengan pejabat ototritas Turki, termasuk Presiden Recep Tayyip Erdogan tentang situasi di Suriah.
"Kami berharap kepada Turki untuk terus memberikan informasi [terkait Operasi Ranting Zaitun] kepada sekutunya NATO. Turki memiliki kecemasan terhadap masalah keamanan yang sah,” ujar Stoltenberg.
Stoltenberg mengungkapkan bahwa tak ada negara anggota NATO lainnya yang mengalami kesusahan selain Turki dalam menghadapi serangan teror.
“Turki memiliki hak untuk menyelesaikan masalah keamanan ini, namun harus dengan imbang dan terukur," ungkap dia.
Mengenai Operasi Ranting Zaitun yang diluncurkan Turki, Stoltenberg mengatakan, "Saya senang dengan adanya perbincangan antara Turki dan AS."
Selain itu, Stoltenberg juga mengomentari kesepakatan Turki dan Rusia dalam pembelian sistem pertahanan S-400.
"Memberikan penjelasan mengenai rincian kesepakatan itu kepada kami, itu hak Turki,” singgung dia.
“Di sisi lain, kami menyambut baik itikad Turki untuk mengembangkan sistem pertahanan udara bersama dua negara anggota NATO, Italia dan Perancis," lanjut Stoltenberg.
Rabu ini, Menteri Pertahanan Turki Nurettin Canikli akan mengikuti Pertemuan Para Menteri Pertahanan anggota NATO. Menteri Canikli akan mengadakan pembicaraan bilateral dengan rekan-rekansejawatnya seperti Menteri Pertahanan AS James Mattis, Stoltenberg, dan beberapa menteri negara anggota NATO lainnya.