Muhammad Abdullah Azzam
26 November 2020•Update: 26 November 2020
Gozde Bayar, Havva Kara Aydin
ANKARA
Turki melaporkan kasus baru virus korona sebanyak 28.351 dalam 24 jam terakhir, termasuk 6.814 pasien yang memiliki gejala, menurut data Kementerian Kesehatan yang dirilis pada Rabu.
Jumlah keseluruhan kasus virus korona di negara itu mencapai 467.730.
Pada pertemuan Dewan Penasihat Ilmiah Virus Korona, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan jumlah kasus tanpa gejala juga akan dilaporkan mulai saat ini.
Tingkat kematian di Turki pada 24 jam terakhir sebanyak 168 orang, jumlah tersebut merupakan rekor kematian tetinggi sejak awal pandemi, sehingga total pasien meninggal bertambah menjadi 12.840 jiwa.
Sebanyak 3.911 pasien pulih dalam 24 jam terakhir, total keseluruhannya menjadi 385.480 orang.
Sekitar 164.547 tes Covid-19 dilakukan di seluruh negeri, sehingga total hingga saat ini melebihi 17,73 juta.
Jumlah pasien dalam kondisi kritis saat ini mencapai 4.641 orang.
Menkes Koca mengatakan kapasitas tes harian negara itu akan mencapai lebih dari 200.000 dalam beberapa hari mendatang.
Dia menggarisbawahi bahwa situasi virus semakin memburuk di Turki setelah minggu kedua Oktober.
Jika masyarakat tidak mengikuti langkah-langkah pencegahan dengan baik, maka pembatasan sosial yang ketat akan kembali diterapkan, tambah dia.
Koca menekankan bahwa pemerintah melakukan kegiatan deteksi cepat kasus, perawatan dini dan pasokan obat gratis untuk pasien yang diisolasi di rumah.
Mulai minggu ini, Turki memberlakukan jam malam pada akhir pekan mulai jam 8 malam sampai jam 10 pagi waktu setempat.
Pandemi telah merenggut lebih dari 1,41 juta jiwa di 191 negara dan wilayah sejak Desember lalu, menurut data Universitas Johns Hopkins Amerika Serikat (AS).
Sementara AS, India, dan Brasil tetap menjadi negara yang paling terdampak dalam jumlah kasus, dan Eropa mulai memasuki gelombang kedua yang cukup parah.