Iqbal Musyaffa
02 Oktober 2017•Update: 03 Oktober 2017
Iqbal
Musyaffa
JAKARTA
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan perkembangan dunia digital, terutama platform pemesanan tiket daring (online travel agent), turut mendongkrak bisnis pariwisata Indonesia periode Januari-September tahun ini.
Peningkatan jumlah penumpang pesawat terbang di Indonesia ini tampak baik dari sektor domestik maupun internasional. Keberadaan finansial technology (fintech) e-commerce semacam Traveloka, sebut Suhariyanto pada Senin, membuat konsumen menjadi pihak yang paling diuntungkan.
“Sekarang konsumen dapat dengan mudah membeli tiket pesawat dengan harga yang sangat terjangkau melalui e-commerce,” ujar dia.
Data
periode Januari-Agustus 2017 yang dirilis BPS hari ini menunjukkan, jumlah
penumpang pesawat dari penerbangan domestik naik 11 persen menjadi 58,44 juta
orang, naik dari periode sama tahun lalu sebanyak 52,62 juta penumpang.
Sementara
jumlah penumpang penerbangan internasional periode Januari-Agustus 2017 turut
mengalami lonjakan 14,11 persen menjadi 11,05 juta penumpang dari periode sama
tahun lalu, yakni 9,68 juta penumpang.
Kemudahan mencari tiket penerbangan ini, sebut Suhariyanto, juga “mendorong jumlah wisatawan asing yang datang.”
Jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia menurut BPS melonjak dari 7,36 juta pada periode Januari-Agustus 2016 menjadi 9,25 juta periode yang sama di tahun ini (year on year).
Suhariyanto juga berkata, gencarnya pemerintah mendorong teknologi digital untuk sektor pariwisata semakin menggerakkan perekonomian rakyat. Salah satunya menjamurnya homestay, penginapan dengan harga terjangkau yang menawarkan pengalaman menginap yang berbeda dari hotel.
“Saat ini wisatawan domestik ataupun asing lebih suka menginap di homestay yang sudah bisa dipesan melalui aplikasi digital. Ini akan sangat berdampak bagi perekonomian,” tambahnya.
Meski belum mendata berapa jumlah wisatawan yang menginap di homestay, BPS mengaku tingkat hunian hotel berbintang naik 58 persen pada Agustus ini, atau sebanyak 2,79 persen year on year.
“Pada bulan Agustus rata-rata lama menginap tamu asing di hotel sekitar 1,97 hari,” jelasnya.