Iqbal Musyaffa
02 Oktober 2017•Update: 03 Oktober 2017
Iqbal
Musyaffa
JAKARTA
Badan
Pusat Statistik (BPS) pada Senin merilis angka inflasi pada bulan September
tahun ini sebesar 0,13 persen, dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar
130,08. Dengan begitu, tingkat inflasi periode Januari-September 2017 sebesar
2,66 persen.
Inflasi periode September tahun ini bila dibandingkan dengan September tahun lalu (year to year) sebesar 3,72 persen.
Data
inflasi ini diambil BPS berdasarkan survei indeks harga konsumen di 82 kota di
Indonesia. Sebanyak 50 kota di antaranya mengalami inflasi dengan besaran
tertinggi di Tual, Provinsi Maluku, sebesar 1,59 persen dengan IHK sebesar
153,62. Sementara inflasi terendah terdapat di Mamuju, Sulawesi Barat, dan
Depok, Jawa Barat, yaitu sebesar 0,01 persen dengan IHK 129,55 dan 128,56.
Sementara
itu, 32 kota lainnya mengalami deflasi. Manado, Sulawesi Utara, mencatat
deflasi tertinggi 1,04 persen dengan IHK 128,26 dan Tembilahan di Provinsi Riau
mengalami deflasi terendah 0,01 persen dengan IHK 133,95.
Menurut
Kepala BPS Suhariyanto, inflasi pada bulan ini relatif rendah. Target inflasi
tahun ini di kisaran 4 persen plus minus 1 persen masih terjaga.
“Tapi tercapai atau tidaknya target inflasi perlu dilihat pada tiga bulan tersisa tahun ini. Inflasi Desember nanti jelang Natal dan Tahun Baru harus diperhatikan,” ujar dia.
Inflasi
September ini, Suhariyanto menganalisis, disebabkan oleh kenaikan harga
beberapa indeks kelompok pengeluaran.
Kategori
makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mencatatkan inflasi 0,34 persen dan
menyumbang 0,06 persen bagi inflasi bulan September. Kemudian perumahan, air,
listrik, gas, dan bahan bakar mencatatkan inflasi 0,21 persen dengan andil 0,05
persen bagi inflasi September.
Kategori
sandang mencatatkan inflasi 0,52 persen dan kesehatan 0,16 persen. Sementara
itu, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga mencatat inflasi 1,03 persen.
Kemudian transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi 0,02
persen.
“Kelompok bahan makanan justru mengalami deflasi 0,53 persen dengan andil bagi inflasi September -0,11 persen,” urainya.
Deflasi
pada kategori ini didorong dengan penurunan harga bawang merah 0,06 persen,
daging ayam ras, dan bawang putih 0,03 persen, serta telur ayam ras, tomat, dan
cabai rawit dengan deflasi 0,02 persen.
Sementara
itu, berdasarkan data BPS, komponen inti pada September tahun ini mengalami
inflasi sebesar 0,35 persen. Tingkat inflasi komponen inti periode
Januari-September sebesar 2,51 persen dan tingkat inflasi komponen inti
September 2017 terhadap September 2016 sebesar 3 persen.