Rıskı Ramadhan
24 Januari 2018•Update: 24 Januari 2018
Ekip
ANKARA
Staf Umum Turki pada Selasa melaporkan, setidaknya 260 teroris PKK/KCK/PYD-YPG dan Daesh telah dilumpuhkan sejak Operasi Ranting Zaitun dimulai pada Sabtu lalu.
Melalui sebuah pernyataan, pihak militer Turki menyatakan bahwa Turki melakukan operasi itu berdasarkan hukum internasional dan hak pembelaan diri yang terdapat dalam artikel 51 piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan tetap menghormati integritas wilayah Suriah.
Operasi tersebut menargetkan teroris dan tempat penampungan, posisi, senjata beserta peralatan mereka. Tindakan pencegahan agar warga sipil dan orang tak bersalah tidak terluka juga telah diambil dalam operasi, tambah pernyataan tersebut.
Dalam pernyataan itu juga disebutkan, jumlah tentara yang gugur bertambah satu orang menjadi tiga orang sementara satu lainnya terluka dalam bentrokan.
Pada Sabtu lalu, Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Menurut pernyataan Staf Umum Turki, operasi ini bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, tambah pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.
Afrin menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa pertempuran pada Juli 2012 silam.