Muhammad Abdullah Azzam
30 Juni 2018•Update: 01 Juli 2018
Gamze Türkoğlu Oğuz
ANKARA
Tiga pemberontak tewas dalam sebuah operasi yang dilancarkan oleh tentara dan polisi di wilayah Jammu Kashmir, India, Jumat.
Pihak berwenang mengumumkan bahwa operasi tersebut dilakukan usai salat Jumat di daerah Pulwama.
Selain itu, seorang siswa SMA berusia 14 tahun tewas tertembak oleh pasukan keamanan saat membubarkan warga yang sedang berunjuk rasa. Setidaknya 10 warga sipil terluka dalam insiden tersebut.
Seusai menggelar operasi tersebut, kepala polisi daerah Pulwama, Shesh Paul Vaid, menyebut telah melaksanakan "pekerjaan baik" melalui akun Twitternya.
Kashmir, wilayah Himalaya yang mayoritas ditempati Muslim, dikuasai India dan Pakistan dalam beberapa bagian dan diklaim oleh keduanya secara penuh. Sepotong kecil wilayah Kashmir juga dikuasai Tiongkok.
Kedua negara telah tiga kali berperang–pada 1948, 1965 dan 1971–sejak mereka dipecah pada tahun 1947, dua di antaranya memperebutkan Kashmir.
Begitupun di Siachen, Kashmir utara, pasukan India dan Pakistan berperang beberapa kali sejak 1984. Gencatan senjata mulai berlaku pada 2003 lalu.
Beberapa kelompok Kashmir di Jammu dan Kashmir berperang melawan kekuasaan India untuk kemerdekaan atau untuk bersatu dengan negara tetangga Pakistan.
Dari peperangan tersebut, beberapa organisasi hak asasi manusia mengatakan ribuan orang dilaporkan tewas dalam konflik sejak 1989 silam.