Muhammad Abdullah Azzam
26 April 2019•Update: 29 April 2019
Bayram Altuğ
JENEWA
Koordinator Bantuan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Panos Moumtzis mengungkapkan bahwa setidaknya 36 warga sipil tewas akibat serangan sejak 18 April di Idlib, Suriah.
Melalui sebuah pernyataan tertulis, Moumtzis mengecam serangan yang dilakukan rezim Bashar al-Assad dan sekutunya kelompok-kelompok teroris asing ke "Zona de-eskalasi Idlib"
Moumtzis mengungkapkan bahwa rezim Assad melancarkan serangan udara ke sekolah, pasar, dan kamp-kamp orang-orang terlantar di Idlib.
Dia mengingatkan setidaknya 36 warga sipil tewas dan puluhan lainnya menderita luka-luka dalam serangan yang terjadi sejak 18 April hingga sekarang.
Sementara jumlah kematian dari warga sipil dalam konflik yang memanas sejak Februari di Idlib diperkirakan melebihi 200 jiwa.
Selain itu, lebih dari 120 ribu orang mengungsi ke wilayah dekat perbatasan Turki.
Menyusul pertemuan 17 September di Sochi antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, keduanya sepakat membangun zona demiliterisasi - di mana tindakan agresi dilarang secara tegas - di Idlib.
Di bawah kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib diizinkan untuk tetap menempati wilayah, sementara Rusia dan Turki mulai melakukan patroli gabungan di daerah itu untuk mencegah pertempuran kembali meletus.
Sejalan dengan kesepakatan Sochi, kelompok oposisi menarik persenjataan berat mereka dari daerah tertentu di Idlib sejak 10 Oktober.
Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tidak terduga.
Sejak itu, puluhan ribu orang tewas dalam konflik sementara jutaan lainnya terpaksa mengungsi.