Maria Elisa Hospita
18 Desember 2019•Update: 19 Desember 2019
Barry Ellsworth
TRENTON, Kanada
Nama, alamat, kata sandi, dan catatan kesehatan sekitar 15 juta warga Kanada kemungkinan telah tereskpos akibat serangan siber ke LifeLabs, klinik kesehatan terbesar di negara itu.
"Artinya, sekitar 40 persen populasi Kanada menjadi korban serangan peretas," ungkap LifeLabs.
Sebagian besar klien yang terkena dampak tinggal di Provinsi Ontario dan British Columbia.
Menurut LifeLabs, para peretas menuntut uang tebusan.
"Kami berupaya keras mendapatkan kembali informasi yang dicuri karena sekitar 15 juta pelanggan berpotensi terkena dampaknya," kata Presiden LifeLabs Charles Brown.
Dalam surat terbuka, Brown meminta maaf atas insiden yang terjadi pada 1 November tersebut.
"Setiap pelanggan yang terkena dampak insiden ini berhak mendapatkan satu tahun jaminan perlindungan gratis," ujar dia.