Rhany Chairunissa Rufinaldo
19 Desember 2018•Update: 19 Desember 2018
Mohammed Amin
KHARTOUM
Presiden Sudan Omar al-Bashir pada Selasa menegaskan dia tidak memiliki rencana untuk menarik pasukannya dari Yaman.
Al-Bashir membuat pernyataan itu dua hari setelah mengunjungi Damaskus dan bertemu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad - menjadi kepala negara Arab pertama yang melakukannya sejak konflik Suriah meletus pada 2011.
"Posisi kami tentang Yaman tetap tidak berubah. Kami akan terus mengerahkan upaya untuk menjamin stabilitas dan keamanan kawasan Arab," kata al-Bashir dalam sebuah pernyataan.
Dia menambahkan bahwa keanggotaan Sudan dalam koalisi Arab pimpinan Saudi, yang bertujuan untuk mengamankan pemerintahan Yaman yang sah, hanyalah satu dari berbagai upaya yang dilakukan negaranya.
Sudan tidak pernah menyebutkan jumlah pasukannya yang ambil bagian dalam operasi koalisi di Yaman.
Al-Bashir juga menegaskan kembali dukungannya terhadap solusi damai untuk krisis Yaman yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menewaskan puluhan ribu warga sipil.
"Kami mendukung semua inisiatif yang mengejar solusi damai dan mengakhiri penderitaan rakyat Yaman," katanya.
Menurut beberapa analis, kunjungan al-Bashir baru-baru ini ke Damaskus menunjukkan bahwa Sudan sedang menjauhkan diri dari poros Saudi dan UEA, yang telah lama menjadi pendukung utama perubahan rezim di Suriah.