Muhammad Abdullah Azzam
23 Juli 2018•Update: 24 Juli 2018
Hamdi Yildiz
GAZA
Anak-anak Gaza meminta pertanggungjawaban Israel atas kejahatan-kejahatan terhadap rakyat Palestina.
Dalam aksi demonstrasi Great March of Return pada Minggu di Jalur Gaza bagian barat, anak-anak Palestina mengatakan bahwa mereka ingin pulang ke tanah leluhur mereka.
Sambil membawa spanduk-spanduk bertuliskan ‘Yerusalem, kami datang’, ‘kami akan pulang kepadamu, tanah air’, anak-anak tersebut menuntut agar Israel segera mencabut blokade Gaza.
Hamada Ahil, seorang peserta aksi, mengatakan kepada koresponden Anadolu Agency, “Kami berada di sini untuk menekankan kembali bahwa kami tidak lupa dengan hak kami untuk kembali ke tanah yang telah diperjuangkan oleh para leluhur kami.”
“Palestina adalah tanah bangsa Arab dan umat Islam. Yerusalem adalah ibu kota abadi Palestina, para Zionis tak punya hak apa-apa,” tambah Ahil.
Ahil mengatakan meskipun sadar masih anak-anak, dia berencana akan melanjutkan perjuangan kakek dan ayahnya untuk mengambil kembali tanah Palestina.
Ahil menyerukan kepada semua orang memiliki kebebasan di dunia untuk mempermalukan Israel atas kekejaman yang mereka lakukan, seperti pencaplokan tanah bangsa Palestina, membangun pemukiman Yahudi, dan membunuh orang-orang tak bersenjata.
Sejak unjuk rasa dimulai, setidaknya 140 demonstran Palestina telah tewas - dan ribuan lainnya terluka - karena ditembak tentara Israel.
Mereka menuntut "hak pulang" ke kampung halaman di Palestina. Para demonstran itu juga menuntut diakhirinya blokade Israel di Jalur Gaza, yang telah melumpuhkan perekonomian di wilayah tersebut.
Para pengunjuk rasa juga menuntut diakhirinya blokade 11 tahun Jalur Gaza yang telah menghancurkan perekonomian kehidupan pesisir dan merampas komoditas pokok dari 2 juta penduduk Gaza.