Rhany Chairunissa Rufinaldo
12 Desember 2018•Update: 13 Desember 2018
Muhammad Mussa
LONDON
Anggota parlemen konservatif memicu mosi tidak percaya terhadap Theresa May setelah mereka kehilangan kepercayaan terhadap sang perdana menteri untuk menyampaikan masalah Brexit.
Munculnya mosi tidak percaya telah membuat proses Brexit semakin kacau ketika Sir Graham Brady, ketua Komite 1922, menerima setidaknya 48 surat yang diperlukan untuk memutuskan mosi tidak percaya.
"Ambang batas 15 persen dari partai di parlemen yang menuntut mosi tidak percaya pada pemimpin Partai Konservatif telah terlampaui," kata komite itu dalam sebuah pernyataan pada Rabu.
"Sebuah pemungutan suara akan diadakan hari ini sesuai dengan aturan," tambahnya.
Pernyataan itu mengatakan bahwa suara akan dihitung segera setelah pemungutan itu berakhir dan pengumuman akan dilakukan sesegera mungkin di malam hari.
Untuk menghentikan perlawanan dan mengamankan posisinya selama 12 bulan, May membutuhkan dukungan dari setidaknya 158 anggota parlemen fraksi Tory.
Lebih dari 20 anggota parlemen fraksi Tory secara terbuka menyatakan bahwa mereka telah mengirimkan surat yang menyerukan mosi tidak percaya kepada May.
Jumlah sebenarnya dari surat yang dikirimkan hanya diketahui oleh Graham.
Sebelumnya, May mengumumkan penundaan pemilihan Brexit yang direncanakan pada Selasa di parlemen dengan alasan kesepakatan akan ditolak dengan selisih suara yang signifikan.
Uni Eropa telah berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak akan mempertimbangkan kembali kesepakatan itu dan tidak akan mau mengubah aspek apa pun, termasuk pengaturan perbatasan Irlandia yang sangat kontroversial.