Kubra Chohan
30 Mei 2018•Update: 30 Mei 2018
Kubra Chohan
ANKARA
Amerika Serikat belum mencapai kesepakatan apapun dengan Turki perihal Manbij.
"Kami belum membuat kesepakatan dengan Turki. Kelompok kerja AS dan Turki telah bertemu di Ankara pada Jumat pekan lalu, namun kami belum membuat kesepakatan dengan pemerintah Turki," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert dalam konferensi pers, Selasa.
"Kami masih terus berdiskusi soal Suriah dan isu-isu lainnya yang menjadi kekhawatiran bersama. Kedua pihak telah membuat peta jalan untuk kerja sama lebih lanjut, termasuk Manbij," jelas dia.
Setelah kunjungan mantan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson ke Ankara pada Februari, Turki dan AS membentuk sebuah mekanisme untuk mengatasi masalah-masalah terpisah lewat kelompok kerja, termasuk stabilisasi Manbij, dan untuk mencegah bentrokan lain yang tidak diinginkan.
Pertemuan pertama kelompok kerja di Suriah digelar pada 8-9 Maret di Washington.
Nauert juga mengatakan bahwa Menlu AS Mike Pompeo dan Menlu Turki Mevlut Cavusoglu akan bertemu di Washington pada 4 Juni.
Dukungan militer AS untuk kelompok teroris YPG/PKK di Manbij telah memicu ketegangan antara Ankara dan Washington, sekaligus menimbulkan kekhawatiran akan adanya bentrokan militer antara kedua sekutu NATO karena keberadaan sekitar 2.000 pasukan AS di kota itu.
Pada Januari, Turki melancarkan Operasi Ranting Zaitun di Afrin, utara Suriah, untuk mengusir kelompok-kelompok teroris dari wilayah tersebut.
Setelah membebaskan Afrin, Ankara mengemukakan kemungkinan untuk memperluas operasinya lebih jauh hingga ke timur Manbij, kecuali kelompok teroris YPG/PKK meninggalkan kota itu.