Dwi Nur Arry Andhika Muchtar
18 Februari 2018•Update: 19 Februari 2018
Diyar Guldogan
ANKARA
Amerika Serikat (AS) akan bekerja sama dengan Turki dalam untuk memberikan kesempatan pada penduduk lokal Suriah kembali mengontrol wilayahnya, kata Menteri Pertahanan, Jenderal James Mattis pada Sabtu.
"Kami sepakat dengan Turki mengenai penduduk lokal untuk menguasai wilayah-wilayah yang dibebaskan [dari teroris], dan kami akan bekerja sama dengan Turki mengenai hal tersebut, dan bersama Turki kami juga akan bekerja sama untuk menghadapi ganggungan-gangguan yang ada."
“Kami juga memiliki kesepakatan yang mutlak di beberapa wilayah,” Mattis menyampaikan kepada wartawan dalam perjalanannya ke Washington, menurut sebuah pernyataan DoD.
Mattis mengatakan, Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu sepakat dalam beberapa hal yang “signifikan” untuk dilakukan oleh kedua negara.
Tillerson pada Kamis mengunjungi ibu kota Turki, Ankara selama dua hari, dimana ia bertemu dengan Presiden turki Recep Tayyip Erdogan dan Cavusoglu untuk mendiskusikan beberapa isu, termasuk hubungan bilateral dan perkembangan regional, khususnya Suriah dan Irak.
Demi memperbaiki hubungan kedua negara, Turki dan AS menegaskan komitmen kedua negara untuk menjaga keamanan kedua negara dan menjaga integritas Suriah, disampaikan dalam sebuah pernyataan bersama pada Jumat.
Kedua negara “sepakat untuk membentuk mekanisme yang berorientasi pada hasil.” Yang akan dijalankan paling lambat pertengahan Maret.
Ditanya bagaimana mekanisme tersebut akan berjalan di Afrin dan Manbij, Mattis mengatakan bahwa ada “komitmen” untuk menyelesaikannya.
“Ya, bagaimana mekanisme tersebut dapat berjalan, sebagai contoh di Afrin. Hal itu yang harus kita jalankan bersama… Kami akan memprioritaskan hal tersebut,” kata dia.
Hubungan kedua negara sempat tegang disebabkan dukungan AS kepada kelompok teroris PYD / YPG / PKK di utara Suriah, yang disebut oleh AS sebagai “sekutu yang handal” dalam melawan Daesh.
Dalam pernyataan bersama tersebut, kedua negara juga menegaskan kembali tekad mereka untuk bersama-sama memerangi terorisme dalam segala bentuknya: "Turki dan Amerika Serikat kembali bertekad untuk memerangi Daesh, PKK, Al-Qaeda dan semua organisasi teror lainnya dan perpanjangannya."