Surya Fachrizal Aprianus
24 Februari 2019•Update: 25 Februari 2019
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa penarikan pasukan AS dari Korea Selatan tidak dalam agenda pertemuan puncaknya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di ibu kota Vietnam akhir bulan ini, kata media setempat.
"Tidak, tidak. [Penarikan pasukan] itu bukan salah satu hal (yang dibahas) di atas meja," kata Trump kepada wartawan pada Jumat ketika ditanya apakah ia akan mempertimbangkan penarikan 28.500 tentara dari Korea Selatan.
Pernyataannya datang beberapa hari setelah pembicaraan telepon antara kedua negara di mana keduanya membahas KTT Hanoi yang akan ditetapkan pada 27 dan 28 Februari mendadak.
Pihak kepresidenan Korea Selatan menyatakan, selama percakapan telepon pada 19 Februari, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in memuji Trump untuk "upaya perdamaian" dengan Korea Utara.
Pernyataan itu mengatakan bahwa Moon memuji "upaya baru Trump yang sedang berlangsung, sebagai langkah diplomatik yang berani demi perdamaian di Semenanjung Korea".
“[Saya] berharap KTT yang dijadwalkan minggu depan di Hanoi menjadi titik balik penting yang menambah substansi pada kesepakatan yang dicapai pada KTT bersejarah Singapura Juni lalu, yang bertujuan untuk menyelesaikan denuklirisasi, membentuk rezim perdamaian di Semenanjung Korea dan memajukan Korea Utara," tulis pernyataan resmi yang mengutip percakapan Moon dengan Trump via telepon selama 35 menit itu.
Trump dan Kim akan melanjutkan diskusi tentang denuklirisasi dan pencabutan sanksi PBB terhadap Pyongyang yang diadakan pada KTT bersejarah Singapura Juni lalu.
Pernyataan itu mengutip Moon yang mengatakan, Korea Selatan juga dapat memainkan peran dalam tindakan bertujuan mendorong Korea Utara untuk mengambil langkah denuklirisasi.
Presiden Korea Selatan mengatakan pemerintahnya bertekad mengambil peran apa pun.
"Seandainya Presiden Trump membuat permintaan, apa saja mulai dari hubungan jalur kereta api dan jalan antara Selatan dan Utara, hingga proyek kerja sama ekonomi antar-Korea," kata Moon.
"Ini akan menjadi cara untuk mengurangi beban di Amerika Serikat," tambahnya.
Moon mengatakan bahwa itu karena Trump punya tekad yang kuat. "Negosiasi yang sulit dengan Korea Utara telah mencapai titik ini."
"Kemajuan yang signifikan dalam hubungan antar-Korea juga disebabkan oleh dukungan kuat Anda," kata Moon kepada kepada Trump via panggilan telepon.
Moon mencatat selama 25 tahun terakhir banyak negosiasi gagal membuahkan hasil, yang hanya memungkinkan Korea Utara untuk memperkuat kemampuan nuklir dan misilnya.
"Anda sekarang berusaha untuk mengatasi upaya diplomatik yang gagal dan mencari strategi diplomatik baru untuk denuklirisasi dan pembentukan perdamaian permanen di Semenanjung Korea," ujar Moon kepada presiden AS.
Pernyataan kepresidenan Kosel mengatakan bahwa Trump mengarahkan Moon tentang persiapan KTT Hanoi saat ini dan perkembangan negosiasi dengan Korea Utara.
“Kedua pemimpin melakukan diskusi mendalam tentang langkah-langkah konkret untuk kerja sama untuk memastikan keberhasilan Korea Utara-AS kedua yang akan datang. KTT, " tambahnya.