Surya Fachrizal Aprianus
24 Februari 2019•Update: 25 Februari 2019
Muhammed Emin Canik
CARACAS
Presiden Venezuela Nicolas Maduro memutuskan hubungan diplomatik dan politik dengan Kolombia pada Sabtu.
Berbicara di ibukota Caracas, Nicolas Maduro mengatakan dia tidak bisa lagi mentolerir "wilayah Kolombia digunakan untuk menyerang Venezuela".
Dia menambahkan: "Untuk alasan itu, saya memutus semua hubungan politik dan diplomatik dengan pemerintah fasis Kolombia."
Maduro mengatakan staf diplomatik Kolombia memiliki 24 jam untuk meninggalkan negara itu setelah Kolombia membantu pemimpin oposisi Guaido yang memproklamirkan diri sebagai presiden Venezuela untuk membawa bantuan kemanusiaan ke negara itu.
Venezuela memerintahkan penutupan sementara perbatasan negara itu dengan Kolombia Jumat malam.
Maduro mengatakan dia akan meminta pertanggungjawaban Presiden Kolombia Ivan Duque atas kekerasan pada 23 Februari - tanggal diumumkan "bantuan" kepada Venezuela.
Venezuela juga telah menutup perbatasan maritimnya dengan tiga pulau: Karibia Belanda - Curacao, Aruba, dan Bonaire - menjelang operasi "bantuan asing".
Tokoh oposisi Juan Juanido menyatakan dirinya bertindak sebagai presiden sementara Venezuela pada 23 Januari sampai pemilihan baru diadakan.
Aksi Guaido diakui oleh Australia, Kanada, Kolumbia, Peru, Ekuador, Paraguay, Brasil, Chili, Panama, Panama, Argentina, Kosta Rika dan AS.
Parlemen Eropa juga mengambil langkah yang sama.
Di pihak lain Turki, Rusia, Iran, Kuba, Cina, dan Bolivia menegaskan kembali dukungan mereka untuk Maduro, yang berjanji untuk memutuskan hubungan dengan AS setelah pertikaian diplomatik.
Presiden AS Donald Trump menyebut intervensi militer sebagai salah satu pilihan yang mungkin ia gunakan untuk menyelesaikan krisis Venezuela.