Umar İdris
14 Mei 2019•Update: 14 Mei 2019
Umar Farooq
WASHINGTON
Pejebat pemerintah AS menolak permohonan visa seorang perempuan yang pernah menjadi pejabat penting Organisasi Pembebasan Palestina atau Palestinian Liberation Organization (PLO).
“Ini resmi, permohonan visa saya telah ditolak tanpa penjelasan apapun,” kata Hanan Ashrawi, perempuan itu, melalui akun twitternya, Senin.
Ashrawi menilai tidak ada alasan bagi AS untuk menolak permohonan visanya. “Silakan lihat, usia saya lebih dari 70 tahun, seorang nenek, saya telah aktif dalam organisasi pro Palestina yang selalu mendukung perjuangan tanpa kekerasan sejak 1960an,” terang Ashrawi.
Ashrawi adalah salah satu pejabat teras PLO yang terlibat dalam pembicaraan dan negosiasi dengan hampir setiap menteri luar negeri sejak George Shultz (1982-1989), setiap presiden sejak George H.W. Bush, kecuali pemerintahan AS saat ini.
Ashrawi juga berbicara di Konferensi Madrid tahun 1991 atas nama delegasi Palestina, dan dari sana muncul pengakuan internasional, berbicara dengan presiden AS dan pejabat senior pemerintahan.
Kasus yang sama juga menimpa pemimpin gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi, Omar Barghouti yang dilarang memasuki AS, bulan lalu.
AS dinilai sedang melakukan sejumlah kebijakan untuk semakin mengisolasi Palestina menjelang pengumuman proposal perdamaian Timur Tengah yang baru, termasuk di dalamnya mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. AS juga memotong ratusan juta dolar bantuan dan bantuan untuk Palestina dan memerintahkan penutupan misi diplomatik Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Washington, semacam sebuah kantor kedutaan de facto Palestina di ibukota Amerika.
"Saya hanya berharap seseorang dapat menjelaskan hal ini kepada cucu-cucu saya dan seluruh keluarga saya di sana," kata Ashrawi.